sublim
Blog ini adalah blog sang pecinta yang rindu akan kehadiran cinta Ilahiah dari sang Maha Cinta dalam perjalanan kehidupan di dunia yang kosmos. Dan barang siapa merasa keberatan dengan puisi ini silahkan beri komentar anda ke rumi_mpo@yahoo.com atau sms 085756252394
http://www.blogger.com/template-edit.g?blogID=12322988 Blogger: sublim - Edit Template Anda
Saturday, December 31, 2005
AGAMA CINTA ; MENEGUHKAN IDENTITAS TANPA MEMBUNUH KEMANUSIAAN

AGAMA CINTA ; MENEGUHKAN IDENTITAS TANPA MEMBUNUH KEMANUSIAAN

OLEH : FAISAL ANDI RIZAL


Dunia, dari yang paling dekat hingga yang paling jauh, tidak lepas-lepasnya berada dalam kehidupan yang sarat dengan kekacauan, perang, tindak kekerasan, penindasan, plus segala bentuk kekejian, dengki dan saling membenci. Sebagian penghuninya mengibarkan slogan-slogan, teori-teori, dan undang-undang sekuler seraya berangan-angan dapat membebaskan dan menyelamatkan kehidupan mereka dari segala kebobrokan yang mengepung diri mereka. Sedang yang lain menyerukan perdamaian, cinta dan kasih sayang di permukaan bumi, kendati dengan bentuk yang sporadis dan utopis, dan diteriakkan dari mulut ke mulut, tanpa landasan yang kukuh dan pilar yang kuat. Para penulis, dengan buku-buku mereka, memanipulasi emosi para pecinta, dan pembicaraan para pelamun. Sementara itu, para penyair pun bermain dengan puisi-puisi dan sastra mereka, sehingga istilah “ Cinta “ berubah menjadi sampah yang memadati planet bumi ini. Ia telah kehilangan karakteristiknya, dan menjelma menjadi sejenis alat kepalsuan dan tipu muslihat : cinta yang penuh dusta, kebohongan, dan kepalsuan.

Manusia dalam dirinya dianugerahi rasa cinta. Cinta inilah yang memberikan manusia daya hidup dan perjuangan. Dengan cinta manusia membangun keharmonisan hidup bersama manusia lainnya. Dengan cinta manusia menuju maqam spiritual yang lebih tinggi, Yahya Bin Mu’adz pernah berkata bahwa “ Sukaria pecinta adalah berada dalam cinta dengan cinta, meski segan kukatakan, beberapa mencinta dengan keliru, disekitar cinta Allah aku menunggu, selagi masih bernafas, tuk menjadi kekasih sejatinya, hingga ajal menjemputku ”. Bisa dibayangkan menuju tangga spiritual dan membangun keluarga yang sakinah tanpa cinta, maka yang timbul adalah kegundahan, dan kegelisahan atau menciptakan neraka-neraka duniawi yang dibalut dengan cinta semu.

Manusia yang hidup tanpa memiliki rasa cinta, maka hidupnya dipenuhi benci dan dendam. Manusia tanpa rasa cinta, maka yang muncul adalah ke egoan. Dengan cinta, manusia dapat melangsungkan hidup dengan kegembiraan dan kepuasaan. Cintalah yang memberikan energi pada manusia untuk melaksanakan tujuan hidupnya. Cinta pula yang memberikan daya dorong atau gairah dan semangat hidup pada manusia. Energi cinta begitu besar dalam melakukan segala aktifitas kehidupan kita sehari-hari.

Dalam Islam sendiri cinta merupakan landasan gerak yang mau/tidak mau harus dilakukan atas dasar cinta, seperti ibadah ritual yang kita lakukan misalnya sholat karena kecintaan kita kepada sang khalik membuat kita senantiasa gelisah jika tidak bertemu dengannya atau “ berdialog “ dengannya seperti apa yang diungkapkan oleh Rabi’ah Al-Adawiyah :

“ Ya Allah. kekasihku. malam telah berlalu

dan siang akan datang. aku gelisah

kau terimakah amalan malamku, hingga membuatku suka?

atau kau tolakkah sehingga membuatku duka?

Cinta yang dilakoni oleh Rabi’ah Al-adawiyah bukanlah sembarang cinta, melainkan hanya cinta yang berbasiskan iman dan bukan “ Cinta Imitasi “ (Isiq Majazi), atau cinta terhadap segala lainnya atau cinta akan materi seseorang/yang dicintai.

Tentang cinta kepada Allah SWT yang merupakan azas bagi segala cinta yang suci, Allah adalah penganugerah nikmat cinta yang agung, termasuk didalamnya penciptaan manusia, dan yang menjadikan mereka dari jiwa yang satu sesudah mereka saling mencinta antar sesama mereka. Selain itu, Allah SWT pulalah yang telah menjadikan sebagian dari mereka begitu tertawan pada sebagian yang lain dan akhirnya menyatu tanpa bisa dipisahkan, dan yang seluruh perhatian dan tuntutannya tertuju pada persaudaraan disemua tatarannya. Karena Allah telah menciptakan mereka dari diri yang satu, maka tidak bisa tidak mereka harus mencintai dan butuh dicintai. Begitu mereka saling mencintai, maka Allah pun akan mencintai mereka pula, berdasar firmannya yang berbunyi,...... Allah SWT mencintai mereka dan mereka pun mencintainya.

Cinta adalah suatu jalan ke kebenaran, ke pengetahuan, dan ke perbuatan. Tetapi hanya mereka yang mengetahui cinta yang sebenarnya dapat mendekati hal-hal ini dengan sarana cinta. Yang lain-lain telah menyalah artikan perasaan-perasaan lain tertentu sebagai cinta yang sebenarnya. Yang terlemah dari semuanya adalah mereka yang mengangan-angankan cinta dan berusaha mendekatinya sebelum mereka dapat memberinya sesuatu atau mengambil sesuatu darinya.

Kebenaran adalah suatu jalan menuju cinta. pengetahuan, perbuatan. Tetapi hanya mereka yang dapat menemukan kebenaran yang sejati dapat mengikuti lintasannya sebagai suatu jalan. Yang lain-lainnya membayangkan bahwa mereka mungkin mendapatkan kebenaran, meskipun mereka tidak mengetahui dimana mencarinya, karena apa yang mereka sebutkan kebenaran adalah sesuatu yang kurang dari standar kebenaran.

Pengetahuan adalah suatu jalan menuju perbuatan, cinta, kebenaran. Tetapi karena ini bukannya macam pengetahuan seperti yang dianggap oleh orang-orang, maka mereka tidak meraih manfaat darinya. Pengetahuan itu ada dimana-mana, tetapi mereka tidak dapat melihatnya, dan berseru mencarinya sedangkan itu ada disamping mereka selamanya.


Perbuatan adalah juga suatu jalan. ini adalah suatu jalan menuju cinta, kebenaran, pengetahuan. Tetapi perbuatan apa, kapan, dan dimana ? Perbuatan dengan siapa, dan kearah tujuan apa? Apakah macam perbuatan yang kita maksudkan kalau kita mengatakan bahwa itu adalah suatu jalan ? Perbuatan yang berbeda sedemikian itulah yang diartikan bahwa manusia mungkin melaksanakannya tanpa mengetahuinya. Lagi pula ia pada umunya akan begitu tenggelam dalam perbuatan yang lain macamnya sehingga ia tidak akan mampu untuk melaksanakan perbuatan yang benar yang ia perlukan.

Demikianlah, meskipun kita mungkin salah pendapat dalam mengatakan ini, ketika meneguhkan sebagai suatu fakta atau identitas yang nyata bahwa : kebenaran yang luhur telah memberkahi para guru dengan pengertian dari pengetahuan jalan-jalan itu. Marilah kita tidak berceloteh lagi tentang “ Aku Mencari Cinta “, “ Aku Menghasratkan pengetahuan “, jika kita tidak menginginkan orang-orang untuk mengetahui bahwa kita adalah kosong, dan sesungguhnya tidak mencari apa-apa. Cinta adalah perbuatan, perbuatan adalah pengetahuan, pengetahuan adalah kebenaran, kebenaran adalah cinta.

Tidak ada cara untuk menuju cinta selain dengan hati yang damai dan merdeka. Seperti yang telah saya singgung, akal memang pernah berbuat lancang dan melanggar batas-batasnya, bahkan membekukan hati atau mematikan hati. Jika akal selalu berbicara, maka hati akan meronta dan mati. Padahal hatilah yang dapat merasakan setiap getaran cinta atau getaran kehidupan ini, dan sungguh sangat naif orang yang tidak menggunakan hati dan akalnya dalam melihat fenomena kehidupan ini.

Namun dengan cinta pula manusia dapat terjerumus dalam lembah kenistaan, yaitu ketika manusia cinta dunia dan kekuasaan. cinta dunia inilah yang membawa manusia pada titik nadir kemanusiaan, manusia kehilangan spiritualitas karena cinta pada materi. manusia kehilangan ruh kemanusiaan menjadi seperti hewan, karena manusia telah teramat cinta pada kebutuhan jasmani semata, maka manusia seperti ini bagai binatang .Ia hanya mengumbar syahwat jasmani saja, inilah yang terdapat pada hewan. Cinta pada kekuasaan membawa manusia pada tirani bagi manusia lain. Tidak tertebar lagi rasa cinta lagi pada manusia, yang ada adalah nafsu berkuasa.

Sesungguhnya cinta manusia dapat dibagi menjadi dua : “ Cinta sejati “ (isyq Haqiqi), atau cinta pada Tuhan, dan “ Cinta imitasi ” (Isyq Majazi),atau cinta terhadap segala lainnya. tapi, dalam pengujian yang lebih dekat, orang melihat semua cinta sesungguhnya adalah cinta pada Tuhan, karena segala sesuatu adalah pantulan dan bayang-bayangnya. Sedangkan adanya perbedaan antara dua jenis cinta tersebut dikarenakan orang memahami yang ada hanyalah Tuhan dan cinta untuknya semata. Sedangkan cinta pada yang lainnya karena meyakini adanya keterlepasan eksistensi darinya atas segala objek keinginan yang dicintai, dan tidak mengarahkan pada hubungan cinta terhadapnya. Padahal cinta kepada yang selainnya tapi berasal darinya, akan membawa orang kepadanya. Setiap objek keinginan dari orang perorang akan menunjukkan kepalsuannya dan orang akan mengalihkan cintanya. Namun, bagaimanapun juga setiap hasrat (cinta) tidak akan menemukan kekasih sejati kecuali setelah kematian, manakala ia sudah terlambat untuk menutup jurang keterpisahan. Pada saat itu, sesal kemudian tidak berguna, karena dalam hidupnya manusia seperti ini telah memberikan cintanya pada selain Tuhan. Bagi seorang sufi, hanya ada satu yang tercinta ; Dia melihat bahwa semua cinta “ Palsu “ beku dan tidak nyata selain kepada Tuhan.

Dalam konteks ini, Rumi menerangkan hakikat keindahan cinta sejati secara ringkas dan jelas : Keindahan adalah setetes air yang berasal dari lautan yang tak berbatas, atau sebuah cahaya yang memantul pada dinding. Semua keindahan berasal dari dunia lain, yang ada disini hanyalah kesementaraan dan pinjaman. Keindahan yang sesungguhnya hanya ada pada Tuhan seperti juga yang diungkapkan Rumi :” Keindahan uang palsu itu adalah sesuatu yang terpinjam, dibalik kecantikannya tersimpan kepalsuannya “.

Seorang pecinta tidak boleh cenderung pada keindahan atau kecantikan lain yang mungkin terlihat olehnya atau mengalihkan pandangannya dari keindahan Allah SWT. Ada seorang pemuda berjumpa dengan seorang gadis amat cantik. Kemudian, ia mengungkapkan cintanya kepadanya. Untuk menguji pemuda itu, si gadis berkata, disampingku, ada seorang gadis yang lebih cantik wajahnya dan lebih sempurna kecantikannya dariku. Ia adalah saudara perempuanku. Sang pemuda itu menengok kebelakang, si gadis marah sekali dan berkata, “ dasar penipu ! ketika aku jauh darimu, kupikir engkau adalah seorang pemuda bijak, dan ketika engkau dekat, kusangka engkau adalah seorang kekasih sejati. Kini aku tahu bahwa engkau bukan seorang pemuda bijak dan juga bukan seorang kekasih sejati “.

Seorang pencari jalan Allah/Pesuluk haruslah meyakini bahwa jalan yang ditempuhnya itu betul atas dasar kecintaan dia pada sang khalik dan bukan atas dasar kebencian terhadap seseorang atau pelampiasan akan kekecewaannya pada seseorang atau menjauhi realitas hidup yang begitu mengungkungnya dalam jerat-jerat kesetanan yang dibingkai dengan wajah keimanan dan kemunafikan yang begitu syahdu bila dipandang mata oleh sang pecinta atau sang kekasih yang mendambakan akan belaian cinta dari kekasih.

Dalam perjalanan kehidupan kita, semua harus dilandasi oleh yang namanya “cinta”, cinta adalah sebuah spirit kehidupan yang sangat bermanfaat dalam melakukan gerak kehidupan, setiap nafas kehidupan kita adalah nafas kerinduan seorang pesuluk yang dalam keadaan Shauq (kondisi pencarian cinta/ketiadaan diri), dalam keadaan shauq seorang pesuluk menggapai maqam-maqam makrifatullah. Begitulah cinta seharusnya dapat memperjelas identitas kita sebagai makhluk bukan malah tidak memperjelas siapa sebenarnya, karena sekarang banyak cinta yang menghilangkan makna cinta itu sendiri. Sekian.










Penulis adalah Ketua Umum Forum Ukhuwah Mahasiswa dan Pelajar Islam

posted by Lazuardi @ 11:30 PM  
Galau
Galau

Malam ini hati kembali resah
Entah apa sebabnya dinda
Hati ini saja tidak tahu sebab musababnya
Kegalauan yang tidak beralasan

Duduk dan berdiri selalu dalam kerisauan
Tak ada lagi senyuman
Canda tawa, dan khayalan akan dirimu
Yang ada hanya kerisauan diriku

Kucoba untuk berkomunikasi denganmu
Tapi kutakut kau tidak bisa memecahkan masalahku
Kutakut ini akan semakin membuat jarak denganmu
Dan semakin menambah dosaku padamu

Wahai rembulanku, kau tak lagi bersinar
Wahai pelitaku kau tak lagi memancarkan sinar
Kini kau mulai redup bagaikan telah mati seribu tahun
Apakah benar kabar itu wahai rembulanku

Pasar Minggu, 25 Desember 2005, pkl 02.47 Wib
posted by Lazuardi @ 10:00 PM  
Tuesday, December 20, 2005
Ukhtiku

Ukhtiku

Jubah bidadari telah diberikan padamu
Wajah cinta telah hadir dihadapanmu
Masihkah kau berkata tidak untuk cinta
Masihkah kau terbelenggu oleh egomu
Sadarlah wahai ukhtiku
Buang ego kedirianmu
Dan ambillah ego cinta ini
Seraya membinanya dijalan cinta
Bersama dengan wajah manismu
Kubangun sebuah istana cinta dihatimu
Dengan semangat hidupku dan cintamu
Kuarungi samudra cinta ini
Bersama dalam mahligai cinta
Ku coba mempertahankan cinta ini
Hingga akhir hayatku
Kucoba selalu bersamamu wahai ukhtiku
Pejaten Timur, 20 Desember 2005. 14.45. Wib
posted by Lazuardi @ 8:47 PM  
Pertemuan

Pertemuan

Tak disangka tak dinyana
Aku bertemu dengan dirimu
Walaupun hanya lewat chatting
Tapi hati ini berkata lain tentang dirimu
Apakah ini sebuah problema baru bagi diriku
Mungkin iya mungkin tidak
Ada bejuta rasa yang berkecamuk
Antara iya dan tidak
Kucoba mencari tahu siapa dirimu
Apakah pernah ku jumpa dalam hidupku dahulu
Atau ini pertemuan pertama dan terakhir
Kuharap tidak ukhti
Kuharap pertemuan ini akan abadi
Menjalin sebuah persahabatan sejati
Bersama dalam relung kemanusiaan
Di jalan cinta Illahi
Pasar Minggu, 20 Desember 2005. Pkl. 14.30 Wib
posted by Lazuardi @ 8:06 PM  
Vonis

Vonis

Setelah mendengar kabar itu hatiku menjadi lesu
Vonis yang diberikan dokter untukku begitu mengejutkan
Sampai saat ini diri ini tak habis pikir
Apakah ini memang terjadi padaku

Sebuah penyakit yang tidak mungkin dimiliki
Oleh orang muda yang energik sepertiku
Tidak mungkin
Tidak mungkin penyakit ini kualami

Kucoba menenangkan diri dengan bersujud menghadapnya
Dalam tatapan sembahku kusebut namanya
Seraya bermohon jauhkanlah penyakit ini dariku
Apakah mereka tahu, ini penyakit apa sebenarnya

Kucoba berpikir apa penyebab penyakit ini
Ternyata baru kuketahui bahwa ini adalah dosaku
Yang jarang bersedekah dan menyimpan duit
Mungkin penyakit ini semua orang pernah mengalami
Penyakit apakah itu ?
Ternyata KanKer (Kantong Kering)
Oh tidak kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

Pejaten Timur, 19 Desember 2005. pkl. 21.52 Wib
posted by Lazuardi @ 12:08 AM  
Monday, December 19, 2005
Mukasyafah

Mukasyafah


Kata orang sepertiga malam adalah waktu utama untuk ibadah

Apakah benar demikian.

Malam ini kucoba untuk beribadah lebih khusu

Dengan menghilangkan segala ego diriku


Kucoba duduk dengan penuh harap bertemu denganmu

Sembah sujudku telah cukup lama

Tak terasa dua jam terlah berlalu

Aku masih duduk terpaku


Tiba-tiba aku merasa engkau berada disampingku

Duduk dihadapanku dan melambaikan tanganmu

Mengajakku berkelana menelusuri jalan setapak

Kau bawa diriku mengunjungi taman surga


Dalam hatiku apakah benar ini terjadi atau hanya khayalku

Kau beri anggur surgawi kepada para pesuluk

Yang mendamba akan cintamu


Tiba-tiba aku terhenyak dari pengembaraanku

Ternyata aku baru saja melihat penyingkapanmu

Begitu Maha Besar keagunganmu

Hari ini telah terbuka pintu hijab bagi diriku

Tapi apakah aku akan sanggup mempertahankannya


Pejaten Timur, 18 Desember 2005. Pkl. 02.30 Wib




posted by Lazuardi @ 11:57 PM  
Jalan Menuju Tuhan

Jalan Menuju Tuhan


Ada begitu banyak jalan menujunya

Kata pepatah banyak jalan menuju Roma

Jalan lurus, berkelok, turun, ataupun naik


Menurut Nabiku ikuti saja Sunnahku

Menurut Ustadku perbanyaklah beribadah

Dan Tuhanku berkata jauhi laranganku dan dekati perintahku


Akankah semua bisa kulalui

Ibadahku, ibadah sosial

Itulah inti menuju Tuhan

Memakai wadah Tuhan menuju Tuhan


Jalan cinta begitu indah

Ditebarkannya ditaman hati

Dipenuhi aroma surgawi

Dibumbui kenikmatan dan kesengsaraan


Pejaten Timur, 20 Desember 2005. Pkl. 00.20 Wib

posted by Lazuardi @ 11:52 PM  
Dukaku

Dukaku


Entah mengapa hari ini jiwaku diguncang

Bagai perahu diguncang badai

Terombang-ambing kesana kemari

Tak tentu arah tujuan


Hujan air mata dikelopak mata

Mengalir begitu deras

Sejak sore hingga sepertiga malam


Apa sebab air itu jatuh begitu deras

Sampai saat ini aku masih bertanya

Apakah ini duka hamba yang berdosa

Yang setiap saat bergelimang dosa


Air mata kerinduan atau air mata dosa

Mengalir dari kedua kelopak mata

Ya Rabbi maafkan hambamu

Ya Rabbi ampuni dosa hambamu ini

Mesjid Baru, 13 Desember 2005. pkl 15.30 Wib

posted by Lazuardi @ 11:45 PM  
Quratta Ain

Quratta Ain



Kau hadir dalam rupa SMS

Menghibur jiwa yang sedang jenuh

Hari demi hari sms nasihat terkirim

Selang beberapa menit kemudian sms masuk lagi


Aku berpikir seperti apa rupamu ukhti

Dalam khayalku apakah pernah bertemu denganmu

Atau ada kedekatan jiwa yang terjalin akibat sms


Hari ini detak jantung bergetar kuat

Detik demi detik waktu berlalu

Apakah ini pertemuan pertama atau terakhir

Dalam hatiku terus bertanya siapa dirimu sebenarnya


Ternyata setelah bertemu dirimu, ada sebuah pancaran Illahi

Pancaran illahi itu mampu mengetarkan bumi

Menggoncang air laut yang begitu luas


Ini adalah sebuah dosa ukhti

Aku tak berani menatap wajah itu

Kutundukkan pandanganku agar tak melihatmu

Kuserahkan jiwa ragaku untuk memohon ampun

Pada Illahi Rabbi, seraya ku bersyukur telah bertemu denganmu

Buncit 5 Mampang prapatan, 15 Desember 2005. pkl. 09.30 Wib


posted by Lazuardi @ 11:40 PM  
Menunggu
serentak asa dan lara selalu bertanya.... kapan saatnya dia akan muncul... mendatangi roh suciku ....aku masih tak mengerti... noda noda di hati.... dan berkas berkas yang kausisakan..selalu berbayang bayang tak ingin lepas bagai hantu yang mengintipku siang dan malam...aku tak bisa lupakan kamu.. aku menunggu kamu datang ....datanglah...
posted by Lazuardi @ 3:48 AM  
Monday, December 12, 2005
KENANGAN

KENANGAN


Ada sebuah cerita yang masih tersisa

Dan selalu hadir menghantui

Kenangan begitu indah

Merasuk kedalam khayalku

Kenangan saat bersama ditepi pantai

Bermain bersama diatas ombak

Kenangan itu hadir ketika kumelihat pantai Ancol

Suara desir ombak begitu lembut

Angin melambai menerpa nyiur dipantai

Teringat aku saat di pantai Enu

Dari ini, dalam kebenaran, ada banyak cerita untuk disampaikan

Namun ketika pena sampai disini

Ia berhenti ia pun selesai

posted by Lazuardi @ 7:43 PM  
Friday, December 09, 2005
kerinduanku pada ibuku..
kerinduanku pada ibuku..
tak pernah kurasakan kerinduan yang teramat menyakitkan seperti ini padamu ibuku..maafkan anakmuyang begitu lalai dalam menjagamu..dan ini bukan waktuku tuk pulang..sebelum dia datang, dan menemukanmu terlebih dahulu..aku takkan beranjakpulangaku akan mati ditempat ini/janganlah menangis ibu..
posted by Lazuardi @ 4:52 AM  
Monday, December 05, 2005
Anganku

Anganku

Faisal Andi Rizal


Berkelana diangkasa bagai burung walet

Menari-nari diatas awan putih

Tanpa pernah melihat kebawah

Dengan sombongnya berlenggak-lenggok


Begitu juga dengan anganku malam ini

Tinggi keawan menuju sang bintang

Tapi entah kenapa ku takut anganku terbang terus

Tanpa ada yang bisa mengendalikannya


Terus berkelana dialam khayal sang dewi malam

Berkelut dengan dinginnya malam

Berselimut malam yang semakin gelap

Beriringan saling mengisi rongga otakku


Angan sang pengkhayal ini terus berkelana

Menuju titik nadir sang Illahi

Menuju surga duniawi yang semu

Dan entah sampai kapan akan terus begini


Jakarta , 26 November 2005 pkl. 12.03 WIB


posted by Lazuardi @ 11:00 PM  
Happy Ending

Happy Ending

Oleh : Faisal Andi Rizal


Akhir dari sesuatu entah bahagia atau tidak telah kita lalui

Apalagi yang belum kita lalui

Ada satu yang belum kulalui sampai saat ini

Mungkin dia akan berakhir bahagia atau berakhir nestapa


Semua tergantung suratan takdir Illahi

Tapi apakah benar semua itu

Semua bisa dirubah atas kehendak dia dan Aku

Kata orang tegantung maqam Spiritual


Tapi apakah benar, ah nggak mungkin

Mungkin saja Illahi masih bersahabat denganku

Atau mungkin saja tidak lagi bersahabat

Mungkin ini happy Ending sejarah hidupku


Harus berkelut dengan derasnya arus kota Jakarta

Harus bergumul dengan polusi kendaraan bermotor

Harus duduk berlama-lama di Metro Mini

Harus antri untuk masuk di dalam Kereta Api


Mungkin ya begitulah akhir semuanya

Atau akhir dari Happy Ending di HMI ini

Aku mendapat seorang Akhwat

Untuk menjadi Ibu bagi anak-anakku

Ah, mungkin hanya mimpi


Jakarta, 26 November 2005 pkl. 11.41 WIB


posted by Lazuardi @ 10:56 PM  
KETIKA BURUNG MERPATI SORE MELAYANG

KETIKA BURUNG MERPATI SORE MELAYANG

By: Taufik Ismail


Langit akhlak telah roboh di atas negeri

Karena akhlak roboh, hukum tak tegak berdiri

Karena hokum tak tegak, semua jadi begini


Negeriku sesak adegan tipu menipu

Bergerak ke kiri, dengan maling ke bentur aku

Bergerak ke kanan, dengan perampok ketabrak aku

Bergerak ke belakang, dengan pencopet kesandung aku

Bergerak ke depan, dengan penipu ketanggor aku

Bergerak ke atas, di kaki pemeras tergilas aku


Kapal laut bertenggelam, kapal udara berjatuhan

Gempa bumi, banjir, tanah longsor dan orang kelaparan

Kemarau panjang, kebakaran hutan berbula-bulan

Jutaan hektar jadi jerebu abu-abu berkepulan

Bumiku demam berat, mengigilkan air lautan


Beribu pencari naflkah dengan kapal dipulangkan

Penyakit kelamin meruyak tak tersembuhkan

Penyakit nyamuk membunuh bagai ejekan

Berjuta belalang menyerang lahan pertanian

Bumiku demam berat, mengigilkan air lautan


Lalu berceceran darah, berkepulan asap dan berkobaranapi

Empat syuhada melesat ke langit dari bumi Trisakti

Gemuruh langkah, simaklah, di seluruh negeri

Beribu bangunan roboh, dijarah dalam huru-hara ini

Dengar jeritan beratus orang berlarian dikunyah api

Mereka hangus-arang, siapa dapat mengenal lagi

Bumiku demam berat, mengigilkan air lautan

posted by Lazuardi @ 10:50 PM  


KEMANA


Kemana kemudi negeri ini kan kau bawa

Berlari menuju pelukan adikuasa itukah

Atau

Tegak diatas daratan negerimu sendiri

Kemana kedaulatan negeri ini kan kau tegakkan

Berlindung dibalik ketiak superpower itukah

Atau

Kokoh berdiri di atas kakimu sendiri

Kemana gaya bangsa ini kan kau arah

Mengalir bersama arus westernisasi itukah

Atau

Teguh di atas budaya negerimu sendiri

Kemana derita nestapa ini kan kau tepis

Menggeliat dalam lumpur utang-utang itukah

Atau

Bebas karyakan alammu sendiri



































posted by Lazuardi @ 10:46 PM  
Sunday, December 04, 2005
SEPUCUK SURAT UNTUK SAHABAT-SAHABATKU

SEPUCUK SURAT UNTUK SAHABAT-SAHABATKU

OLEH : FAISAL ANDI RIZAL


Sahabatku di bumi Allah

Akhir-akhir ini banyak fenomena yang tidak menyenangkan, terjadi disekitar kita. Betapa perih dan sakitnya hati ini, ketika kita ikut terjebak dalam fenomena tersebut, apakah engkau turut merasakannya, sahabat ?


Sahabatku

Bertahun-tahun dalam suka dan duka, telah kita lalui bersama. Kita berjalan seiring, bergandeng tangan, bersatu dalam cita-cita dan pemikiran, sejak kita bertekad untuk menempuh jalan yang sama. Dan Insya Allah, jalan itu jalan yang sama-sama kita harapkan, jalan yang diridhai Allah SWT.


Sahabatku..............

Peristiwa demi peristiwa yang telah kita alami bersama, baik dan buruk telah kita yakini sebagai kehendak Allah jua. Kita serahkan segala urusan kepada Allah Azza Wa Jalla, Sebaik-baik pemberi keputusan. Tugas kita sebagai makhluk dan khalifahnya di muka bumi adalah berusaha mengikuti aturan-aturannya semampu kita dan berdoa.


Sahabatku...........

Ukhuwah adalah hal yang sangat essensial dalam perjalanan kita. Tanpa adanya ukhuwah yang islami tidak mungkin kita dapat meneruskan perjalanan ini bersama. Betapa banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menunjukkan betapa pentingnya ukhuwah itu. Dan betapa seringnya Uswah kita, Rasulullah Saw, mengajarkan hal itu. Wahai sahabat, kelezatan iman Islam yang disertai dengan ukhuwah, sungguh tidak ternilai harganya.


Sahabatku

Kita sering saling bermuhasabah, dan bertaushiyah, tetes demi tetes air mata yang mengulir dipipi, membuktikan dalamnya rasa Ukhuwah kita. Isakkan demi isakkan yang terjadi, betapa dalam rasa sesal kita kepada Allah Rabbul Allamin, atas segala kesalahan yang kita perbuat. Masih ingatkah engkau sahabat, waktu kita dengan tersedu dan masing-masing bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, kesalahan yang membuat Allah tidak ridha kepada kita.


Sahabatku

Inilah fenomena yang menyakitkan hati kita. Tatkala pagi cerah merekah, dan dunia menjadi indah karenanya, sebagian kita menjadi khilaf lupa dengan janji dan tekad yang telah digoreskan pada saat-saat bermunajat yang penuh dengan air mata. Tekad kita yang tulus dan suci hancur musnah hanya karena sebuah kesalahan kita, yang terasa hanya sampai batas kerongkongan dan kesesalan kita. Niat kita yang telah terpatri kuat hilang sudah hanya karena setetes kenikmatan yang sementara kita rasakan. Sementara , ketika kita sedang merasakan kenikmatan semu tersebut, ribuan mata memandang kita dengan jutaan prasangka.


Sahabat

Dunia ini memang indah sekali, begitu merayu dan menggoda. Tetapi kita selalu ingat, dunia ini hanya Wasilah/sarana kita, bukan ghoyah/tujuan kita. Ya Allah, kuatkanlah hati kami semua. Bimbinglah kami dalam menegakkan Dienmu, dan tunjukkanlah kami jalan yang lurus, janganlah kau beri kami bala uang tidak sanggup untuk kami pikul,

posted by Lazuardi @ 10:41 PM  
MEMBAHASAKAN BAHASA-MU

MEMBAHASAKAN BAHASA-MU

Raodhatul Jannah Azkia/Nurmin


Kuhadir dari bahasa-Mu yang satu

Dengan berbagai makna

Acapkali kududuk, kuberdiri, hingga kulari

Untuk membahasakan bahasa-Mu

Tapi itu tak cukup untuk menemukan-Mu


Hidupku adalah rumah yang tenang

Hidupku adalah pesona mimpi yang mendamba sejuta harapan

Hidupku adalah lorong-lorong waktu


Aku sebuah kata yang tak terbahasakan dari satu bahasa

Disetiap diri hadir dari kesunyian, terperi mengusik jiwa

Gerak, rasa, tak cukup untuk mewakili segalanya


Kuhadir dalam otoritas dan pengabdianmu

Yang terbahasakan dari bahasa-Mu

Oh sang pembahasa...................


Kuingin membahasakan bahasamu

Disetiap realitas yang nampak

Seperti bintang-bintang yang menampakkan cahayanya

Seperti burung-burung yang menyuarakan suaranya

Seperti buruh-buruh yang menyuarakan kebebasannya

Seperti pecinta yang mendamba kearifan dan keadilan

Semuanya hadir dari kerinduan kalbu-kalbu sucimu


Oh pembahasa…….

Itulah sebagian bahasa-Mu

Mewakili sejuta bahasa yang tak termaknai

Bagi para musafir yang rindu

Pada pecinta bahasa


posted by Lazuardi @ 10:38 PM  
Air

Air


(19 Agustus 2005 Asrama Haji Transit Palu)


Mengenalmu seperti mencoba memahami air

Mau tak mau akupun harus memahamimu

Kadang air bgitu mudah diatur

Jika volume massanya lebih kecil dari tempat yang ada

Namun jika volume massanya ternyata lebih besar

Maka ia akan bergolak, berontak, meluber dan habis


Aku suka air, aku butuh air, aku tidak ingin kehilangan air

Meski air kadang tidak bisa dipercaya

Ia bisa menjadi begitu manis

Namun bisa sangat beracun kemudian menghujam

Menyayat dan mati


Aku pernah mengalami keadaan keduanya

Sungguh menyenangkan jika volume massanya kecil

Rasanya begitu tenang dan manis

Bisa diatur dan menyenangkan


Tapi jika sedang meluber

Rasanya ingin menangis

Kurasa solusinya memang harus ikhlas dan sabar

Menampungmu dalam cekungan telapak tanganku dengan sikap dewasa

Tidak menggengamnya erat karena ia akan keluar dari sela-sela jemari

Habislah sudah.


Ia pun tidak membiarkan telapak tangan datar

Ia akan bosan dan meninggalkanku

Ia akan meleleh dan hilang begitu saja


posted by Lazuardi @ 10:36 PM  
DOA

DOA


Ya Allah Ya Rabby

Sebut namamu t'lah menyejukkan hatiku

Lihat ciptaanmu t'lah membasahi bibirku dengan ucapan syukur.

Baca suratmu t'lah menyalakan pelita hatiku


Ya Allah Ya Rabby

Keindahanmu tak mampu dilukiskan

Keagunganmu tak mampu di capai

Lautan ilmumu tak mampu disauk

Besarnya nikmatmu tak mampu dihitung


Ya Allah Ya Rabby

Tiap tarikan nafas adalah ungkapan zikir

Tiap senyuman adalah ungkapan syukur

Tiap detakan jantung adalah ungkapan pujian

Tiap aliran darah adalah ungkapan cinta


Ya Allah Ya Rabby

Udaramu tak mampu kami beli

Tanahmu tak mampu kami lunasi

Airmu tak mampu kami bayar

Apimu tak mampu kami balas


Ya Allah Ya Rabby

Biarlah darah ini mengalir

Daripada harus jauh dari engkau

Biarlah tubuh ini tercabik-cabik

Daripada harus berpisah dari engkau


Ya Allah Ya Rabby

Kasih sayangmu jauh lebih berharga

Dari seluruh maya pada ini

Cintamu sangat kami damba

Dari seluruh cinta di muka bumi ini.

posted by Lazuardi @ 10:32 PM  
SURAT BUAT HMI

SURAT BUAT HMI


Di lembaran kanvas kehidupan ini

Ku menorehkan tinta hijau hitam

Ku ungkapkan isi hati

Agar tidak menjadi beban pikiran ini

HMI, engkau bagai bunga semerbak

Di tengah taman nan indah

Keindahanmu begitu memikat hati


HMI, hatiku begitu terpikat

Dengan nilai jamaah yang kau bangun

Keikhlasanmu begitu tinggi

Pengorbananmu tiada tara


HMI, setiap mendengar namamu

Membuat hatiku bergetar

Setiap melihat atributmu

Membuat mataku jadi sembab


Lihat benderamu,

Membuat semangat perjuanganku terbakar

Lihat spandukmu,

Membuat semangat semangat perkaderanku memuncak

Ku tak mampu ungkapkan dengan kata-kata

Luapan perasaaan ini

Engkau telah mengalir di dalam darah kami

Berdenyut disetiap denyut nadi kami

Berdetak disetiap detak jantung kami


HMI, ku mohon dan ku pintakan

Kepada cahaya, puncak segala keindahan

Mudah-mudahn dari rahimmu

Lahir para mujahid-mujahidah

Yang siap berkorban jiwa raga demi engkau

HMI, akhlaqmu begitu luhur

Keagunganmu begitu tinggi

Walau berat 'tuk katakana

Tidak lagi pilihan kata lain

Selain kata "kau kupuja dan kucinta".


posted by Lazuardi @ 10:27 PM  
MEMECAH MENGUTUHKAN

MEMECAH MENGUTUHKAN

Oleh Emha Ainun Najib


Kerja dan fungsi memecah manusia

Sujud sembahyang mengutuhkannya

Ego dan nafsu menumpas kehidupan

Oleh cinta nyawa dikembalikan


Lengan tanganmu tanggal sebelah

Karena siang hari politik yang gerah

Deru mesin ekonomi membekukan tubuhmu

Cambuk impian membuat jiwamu jadi hancur


Suami dan istri tak saling mengabdi

Tak mengalahkan atau memenangi

Keduanya adalah sahabat bergandengan tangan

Bersama-sama mengaruhi jejak Tuhan


Kalau berpacu mempersaingkan hari esok

Jangan lupakan cinta di kandungan cakrawala

Kalau cemas karena diiming-imingi tetangga

Berkacalah pada sunyi di gua garba rahasia

posted by Lazuardi @ 10:20 PM  
Kearifan

Kearifan


Tidakkah engkau mengerti bahwa di zaman Fir’aun

Saat tongkat Musa berubah menjadi naga

Tongkat dan tali para penyihir juga berubah menjadi naga


Maka mereka yang tidak memiliki kearifan

Akan melihat kesamaan pada keduanya

Sedangkan yang dianugerahi kearifan

Bisa memahami ilmu sihir dengan ilmu Tuhan

Dan karena itu mereka menjadi insan yang beriman

posted by Lazuardi @ 10:17 PM  
Lihat Kacauku

Lihat kacauku


Satu persatu hariku gugur,

dimakan Hiv

Lembar demi lembar harapanku hilang,

dirobek Hiv

Bahkan Kini tubuh indah dan wajah

Cantikku hancur digerogoti Hiv


Sungguh tak ada lagi

kata yang pantas terucap

Selain sesal tak berujung

Benar-benar tak bisa lagi

memburai tangis


Karena sunyi adalah hari-hariku

dan keluh adalah harapanku

semua karena HIV

posted by Lazuardi @ 10:12 PM  
Friday, December 02, 2005
Amanah

Amanah

“Demi kebenaran, aku tidak tahu bilakah ia akan

tuntaskan tugas inii?
Tapi cinta abaikan bulan, tahun dan segala

ruang dan waktu

Ketika dihadapkan pada gunung

Rasio hanya akan tumbang begitu saja dan terpecah belah

Tapi cinta akan menghempaskan gunung itu bagai jerami
Cinta seperti bulan yang berlayar.

Aku adalah harta yang tersembunyi

dan mencintai untuk diketahui

Kecintaan ini adalah keinginan untuk menyatakan diri

jika cinta tak ada, maka dia akan berada dalam

pengetahuan tanpa gerak untuk selama-lamanya.

posted by Lazuardi @ 8:54 PM  
SINGGASANA DUNIA








SINGGASANA DUNIA


HARI TERUS BERLALU

TAK TERASA UMUR PUN BERTAMBAH

TAK TERASA WAKTU TERUS BERGULIR

BERSAMA BERGULIRNYA DESAH NAFAS INI

KEMARIN AKU MASIH DUDUK DIPANGKUAN

HARI INI AKU DUDUK DIATAS REALITAS

BESOK AKU ENTAH DUDUK DIMANA?

INI ADALAH KEGELISAHAN SEORANG HAMBA

YANG SELALU HAUS AKAN CINTA DARI KEKASIH

KEKASIH YANG SETIAP SAAT MENATAP TAJAM

TAJAM BAGAIKAN MATA ELANG

DIA MENATAP DARI ATAS SINGGASANA CINTA

MENATAPKU DIATAS SINGGASANA REALITAS

AKANKAH KU TETAP DUDUK DISINGGASANA INI

INI ADALAH SINGGASANA KEBOHONGAN

YANG SETIAP SAAT DAPAT HILANG

MENJADI SINGGASANA KEJUJURAN

OH SINGGASANA BEGITU INDAH WAJAHMU

TAPI SAYANG AKU TAK MAMPU MENJANGKAUMU

OH KEPALSUAN CINTA

OH REALITAS DIRI

AKAN KAH KUMASIH BISA MENGGAPAI SINGGASANA TUHAN

OH TIDAK JANGAN KAU JAUHKAN AKU

posted by Lazuardi @ 8:49 PM  
Kearifan

Kearifan

Tidakkah engkau mengerti bahwa di zaman Fir’aun

Saat tongkat Musa berubah menjadi naga

Tongkat dan tali para penyihir juga berubah menjadi naga

Maka mereka yang tidak memiliki kearifan

Akan melihat kesamaan pada keduanya

Sedangkan yang dianugerahi kearifan

Bisa memahami ilmu sihir dengan ilmu Tuhan

Dan karena itu mereka menjadi insan yang beriman

posted by Lazuardi @ 8:46 PM  
Dari Kalbu Debu-Debu Kelabu

Dari Kalbu Debu-Debu Kelabu


Aku terbang melayang dalam pelukan angin

Mengiringi, debu-debu kelabuku yang dingin

Aku pulang kerumah yang dulu riang gembira

Sekarang sarat dengan ratapan duka lara


Tatapan rindu kekasihku menyapa sayang

Ingin kubelai, kudekap dan kutimang-timang

Maafkan aku kekasih, tinggalkan kau sendiri

Melewati jalanan curam penuh duri

Terima kasih kekasih atas tahun-tahun bahagia

Yang kita nikmati dengan canda-canda ceria

Kau adalah permata hati yang selalu berbinar

Kasih sayangmu membuat kalbuku selalu bergetar

Telah aku bertemu dengan sang Pencipta

Dan kubisikan permohonanku ditelinga-Nya

Hiburlah kekasihku mengarungi masa derita

DIA tersenyum dan berkata suka cita

Kala bunga-bunga menyapa hangat

Kala panas matahari datang menyengat

Kala daun-daun berubah warna keemasan

Kala salju putih bersinar berkilauan

Setiap musim aku dan DIA datang berkunjung

Tuhan Maha Baik kasih-Nya agung tak berujung!

Untuk Seseorang Tercinta Yang Telah Pergi

Sepertiga Malam 2005

posted by Lazuardi @ 8:44 PM  
PEKATNYA SIANG

PEKATNYA SIANG


Haripun semakin meninggi

Galau hati serasa menindih

Pucuk enau seakan merintih

Ditiup sang bayu tiada terhenti

Panas mentari laksana nyala api

Peluh membasahi raga merintih

Kuraup bambu berkalang besi

Kujalankan demi sesuap nasi

Tanahpun seakan meringis terisak

Bergelora menahan saling beranjak

Batupun berbaur nyaring tersentak

Dayapun tiada untuk menolak

Raga bergetar tidak terelak

Meregang uratpun meliuk

Didera penat, tulangpun tertekuk

Pijakan serasa bergejolak

…..dan duniapun senyap

posted by Lazuardi @ 8:42 PM  
UNGKAPAN HATI

UNGKAPAN HATI


Ketika mentari menabur cahaya

Ufuk timur merangkai bianglala

Beribu khayalan merajam merana

Dinda berpaling geram membara

Ketika cahaya meninggi membalut sang mega

Untaian senandung bergelora

Bertala indah memuja berirama

Andai kudapat biduk asmara

Ketika rintik air membasahi raga

Ungkapan derita berlumur beribu rasa

Badai meliuk menerjang sukma

Alam tak henti melantun derita

Ketika senja merangkum beranda

Ujung kemuning merambat merekah

Buaian angin meliuk arah

Alunan makhluk senja seakan penuh iba

Menyambut kedatanganmu

Dalam nafas Illahi

posted by Lazuardi @ 8:36 PM  
SUARA HATI SEORANG BEJO

SUARA HATI SEORANG BEJO

Oleh : Bejo

Wahai sahabatku….

Kalian hadir menanamkan kelembutan di jiwa

Menaburkan benih-benih kasih sayang

Menaungi sejuknya keteduhan

Wahai sahabatku……

Kalian menghampiri hati

Yang sedang gersang kelaparan

Dikala jiwa perlu kedamaian

Wahai sang sahabat

Ketika menyampaikan pendapat

Hati kalian tidak pernah menghadang

Dengan bisikan kata-kata “Tidak”

Pun tidak khawatir menyatakan “Ya”

Wahai sahabatku….

Ketika tiba saat perpisahan

Tidaklah kubersedih

Sebab apa yang terkasihi dari kalian

Mungkin akan nampak dari kejauhan

Wahai sahabatku…….

Berikan yang terindah untuk perpisahan ini

Biarkanlah ada tawa ria, kegirangan, bahagia

Duka dan kesenangan.

Tuk mendapatkan kesegaran ajaran kehidupan

Wahai sahabatku…

Izinkan kubisikkan irama rasa penuh terima kasih

Dalam persahabatanmu yang tanpa pamrih.

Gedung juang 08 Mei 2005


posted by Lazuardi @ 8:31 PM  
Thursday, December 01, 2005
*Cinta*

*Cinta*



Dengarkan suaranya...tidak terdengar


Hampir tak dapat terdengar


Tapi..., dapat dipahami


Ketika hati terbuka menyambut

Tak sepatah kata mampu terucap

Seakan ingin..., tapi...mana tahan...!!!


Namun..., ada kalanya *Cinta*

Tidak datang kedalam hati

Tengoklah sebuah cinta yang meluap-luap

Bergejolak didada...berlonjak dihati...

Ia datang dengan terompet nyaring


Bak' terompet ditangan pahlawan meniup keras

Bahkan...mampu meruntuhkan sebuah 'tembok'

dari hati yang sudah lama tertutup rapat

Hati yang dulu pernah patah---tah---tah---tah---


Cinta...

Sungguh sukar membendungnya

Ketika ia datang, hati tak mampu menolak

Kekuatannya yang begitu dahsyat menepis hati

Membuat hati yang keras rupa batu...jadi lunak

Karena *Cinta Kuat Seperti Maut*


Cinta yang menggelora, membakar sukma

Sungguh sulit memadamkan api cinta Bahkan..........,

Air yang banyak tak dapat memadamkannya

Sungai-sungai tak mampu menghanyutkannya

Begitu kata *Kidung Agung*


Akhhh...*Cinta* kekuatanmu dahsyat

Geloramu membakar, aliranmu deras

Teriakanmu nyaring membahana dalam semesta makna

Bak' pekikan suara kemenangan

Keras terdengar.......

Namun, tetap lembut dihati...sejuk dijiwa

Akhhh...*Cinta*...!!!


posted by Lazuardi @ 11:08 PM  
 
Tentang Aku

Name:Faisal Andi Rizal
Alamat:Palu-Makassar
Lihat Selengkapnya
Tulisan Baruku
Tulisan Yang lain
Pesanmu Padaku

Name :
Web URL :
Message :
<
:) :( :D :p :(( :))

Pendukungku

Isnaini Dot Com

BLOGGER