sublim
Blog ini adalah blog sang pecinta yang rindu akan kehadiran cinta Ilahiah dari sang Maha Cinta dalam perjalanan kehidupan di dunia yang kosmos. Dan barang siapa merasa keberatan dengan puisi ini silahkan beri komentar anda ke rumi_mpo@yahoo.com atau sms 085756252394
http://www.blogger.com/template-edit.g?blogID=12322988 Blogger: sublim - Edit Template Anda
Wednesday, September 26, 2007
Rengkuh

Rengkuh

Dalam pembaringan illahi kucumbu sejuta makna

Bersama ruhku kuhadirkan dirimu

Dalam desahan nafasku kusebut namamu

Dalam kepiluan hati kuingin berteriak

Dimanakah fitrahku yang dulu

Dimana bayang dirimu

Ketika coba kuhadirkan dalam diriku

Dalam rengkuhan tanganku

Kupanjatkan doa untukmu

Agar kau tak lagi bersedih

Meratapi dia yang telah pergi

Tamalanrea, 25 September 2007 Pkl 14.55 Wita
posted by Lazuardi @ 10:11 PM  
NesTapa

Nestapa

Akhirnya duka menyelimuti hidupku

Yang tak kunjung dirundung malang

Dalam kesendirianku berjalan kususuri lorong gelap


Tetes air mata tak terasa mengalir dipipi

Apakah duka ini akan terus bersamaku

Ingin rasanya kutinggalkan ia disana


Aku telah pergi dari pelataran hidupmu

Namun…

Hari hari masih seperti yang kemarin


Kini kesepian itu menghampiriku

Bersanding dengan kegelisahan hatiku


Bilik Imajinasi, 21 September 2007, Pkl. 12.30 Wita

posted by Lazuardi @ 9:55 PM  
Monday, September 17, 2007
AkhirNya
Akhirnya

Akhirnya kita menjadi pemuja berhala
Akhirnya cinta menjadi pujaan
Dikala hati sedang gembira
Semoga saja kita tidak terlena

Berputar, menari ekspresi kecintaan Rumi
Binasa, merana akhir cinta Laila dan Majnun
Berpisah dalam kematian akhir cinta romeo dan Juliet

Terus
Apa yang akan terjadi dengan kita
Apakah jadi pemuja Berhala yang kau katakan cinta
Yang tak bisa terungkap dalam kata-kata
Yang tersirat hanya dalam senyuman dan bait syair


Beranda Rumah, Selasa 18 September 2007. Pkl. 08.30 Wita
posted by Lazuardi @ 9:01 PM  
Munajatku
Munajatku

Dikeheningan malam
Diterpa dinginnya angin malam
Kubersujud di peraduan illahi
Kupanjatkan doa padamu

Hanya engkaulah yang patut disembah
Yang membimbingku dikala tergelincir dijalan licin
Ya Allah, kuberdoa dengan sajian sepenuh hati

Kumohon maafdan ampunan atas gelimang dosa-dosaku
Kuhampiri diriMu dengan jera teriring pinta
Terimalah aku Ya Allah dalam pinta doaku

Bilik Peraduan, 13 September 2007 Pkl. 02.30 Wita
posted by Lazuardi @ 8:56 PM  
Kosakata Hati
Kosakata Hati

Rindu
Benci
Cinta
Dendam

Terhanyut
Terluka
Bahagia
Suasana hatiku hari ini


Bilik Kamarku, 05 September 2007 Pkl. 02.30 Wita
posted by Lazuardi @ 8:45 PM  
Rindu
Rindu

Sudah kutiba dikampung halamanku
Jujur kuakui ada kerinduan disini
Tuk kembali fitrah
Tuk kembali mengulang masa lalu

Dulu kita masih bisa bercanda
Mungkin sekarang kita tak bisa bertemu
Kau mungkin berkata sudah lupa semuanya
Atau memang kau sengaja diam

Akankah
Bilakah
Rindu ini terus kupendam
Sampai membumcah suatu saat
Peraduanku, 04 September 2007 Pkl. 15.45 Wita
posted by Lazuardi @ 8:36 PM  
Wednesday, September 05, 2007
Diary Biru

Diary Biru

Kala malam ini akan kutulis untukmu

Puisi terindah hanya untukmu

Dalam sunyinya malam kukenang wajahmu

Kutuangkan keindahan itu dalam Diary Biru

Wajah itu pernah singgah di ingatanku

Tapi kini dia hanya tertuang dalam unkapan

Yang tertulis dalam Diary Biru ini

Entahlah

Apakah ia akan menjadi kenangan di Diary ini

Atau

Dia akan tersimpan kembali di diary hati

Tamalanrea Makassar, 04 September 2007 Pkl. 00.31
posted by Lazuardi @ 4:44 AM  
Rembulan

Rembulan

Rembulan dilangit redup bersinar

Cahayanya terhalang oleh gerhana

Tapi tidak membuat redup rembulan dilangit hatiku

Rembulan dilangit hatiku menjadi pelita perjalanan

Rembulan ini akan kujaga

Agar tetap bersinar

Karena ia menerangi gelapnya perjalanan hidup

Makassar, 28 Agustus 2007 Pkl. 19.58
posted by Lazuardi @ 4:34 AM  
Diary Hati

Diary Hati

Dikala mega mulai merah

Memudar diiringi percikan gerimis hujan

Lembut kau menyapa aku

Dengan wajah ayu mu

Kau ucapkan kata-kata indah

Dengan senyum indah dibibirmu

Merambah di nadi dan jiwa

Ketika angin terhenti

Memberi nafas di dada

Tersimpan di diary hati

Jakarta 23 Agustus 2007, pkl 14.37 Wib
posted by Lazuardi @ 4:27 AM  
Dunia Kelam

Dunia Kelam

Hilir mudik tak tentu arah

Itulah yang bisa kulakukan saat ini

Duduk dan berdiri dari satu tempat ketempat lain

Kepanikan apa ini yang terjadi padaku

Kucoba menghibur diri dengan mendengarkan

Senandung lagu di komputer

Namun tak jua kutemukan apa yg kucari

Kucoba menghibur diri dengan mengingatmu

Dalam setiap tarikan nafasku

Namun tak jua kumerasa tenang

Pejaten Timur, 08 Juli 2007 Pkl. 00.34
posted by Lazuardi @ 4:13 AM  
 
Tentang Aku

Name:Faisal Andi Rizal
Alamat:Palu-Makassar
Lihat Selengkapnya
Tulisan Baruku
Tulisan Yang lain
Pesanmu Padaku

Name :
Web URL :
Message :
<
:) :( :D :p :(( :))

Pendukungku

Isnaini Dot Com

BLOGGER